Kembali lagi Lego membuat terpukau dengan koleksi terbarunya. Rasanya semua pecinta lego maupun hanya sebagai pengamat setuju bahwa tidak ada yang tidak bisa dibuat dengan brick dari Lego.


Mengetik Surat Menggunakan Lego? Nostalgia yang Seru






Mulai dari grand piano yang dapat memainkan musik selayaknya piano asli, peta dunia besar, karavan seukuran aslinya, komputer Macintosh klasik 1984, pohon bonsai, hingga sneaker adidas Originals Superstar yang juga baru diluncurkan.


Mengetik Surat Menggunakan Lego? Nostalgia yang Seru


Bernuansa nostalgia, Lego meluncurkan LEGO Ideas Typewriter set dengan tampilan modern abad pertengahan. Generasi 90-an masih merasakan menggunakan mesin tik milik kakek neneknya dan Lego ini memberikan sensasi mengetik seperti aslinya. Mesin tik Lego ini memiliki bilah ketik di bagian tengah yang akan naik setiap kali tombol huruf ditekan.


Baca juga, Pohon Bonsai Dari Lego Ini Unik Sekali Lho!




Setiap tombol terhubung ke carriage yang bergerak saat Anda mengetik, serta roller pelat tempat kertas asli dapat dimasukkan ke dalamnya. Koleksi ini terdiri dari 2,079 pieces Lego bricks.


Mengetik Surat Menggunakan Lego? Nostalgia yang Seru


Koleksi ini dirancang oleh LEGO fan bernama Steve Guinness dari Chester, UK. “I wanted to create something totally different from anything that LEGO has ever done before and showcase that you really can make anything out of LEGO. I bought a vintage typewriter for my research and then played around with bricks and the mechanism until I was happy with the design. I hope it will bring nostalgia to adult fans like me, and wonder and curiosity to younger fans who might not have ever seen a real typewriter!”


Mengetik Surat Menggunakan Lego? Nostalgia yang Seru


Mengetik menggunakan mesin tik legendaris seperti ini dianggap sebagai seni menulis surat yang telah hilang. Demi memberikan sensasi yang berharga, koleksi ini menggunakan kualitas premium serta dilengkapi dengan surat yang ditulis dan ditandatangani oleh Thomas Kirk Kristiansen, ketua Grup LEGO dan anggota keluarga generasi keempat yang masih memiliki bisnis hingga hari ini.




Sumber foto: Lego