Pameran seni rupa koleksi istana kepresidenan Republik Indonesia kembali hadir di Galeri Nasional. Perhelatan seni yang selalu dinantikan oleh warga Indonesia ini telah berlangsung sejak tanggal 1 hingga 31 Agustus 2018 ini.


Mengusung tema Indonesia Semangat Dunia, pameran menampilkan 45 karya seni termahsyur oleh 34 seniman, di antaranya adalah Raden Saleh, Henk Ngantung, Walter Spies, dan masih banyak lagi. 







Bertautan dengan perayaan kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 serta Asian Games 2018, kata "semangat" kerap menjadi intisari yang disampaikan melalui karya yang ditampilkan. Pameran seni rupa ini turut menceritakan bagaimana semangat perjuangan bangsa Indonesia dimulai dari masa Perang Revolusi. 


Baca juga, Kemeriahan Opening 18th Asian Games 2018


Pameran terbagi atas tiga segmen, simak terus artikel di bawah ini.


Perjuangan Bangsa yang Bersatu dalam Keragaman


Pada masa Perang Revolusi, para seniman mulai melukiskan potret-potret dari para pejuang bangsa semasa itu. Demikian juga, bagaimana pejuang dengan beragam latar belakang etnis dan tingkat sosial bersatu dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.



Pejuang (1949) oleh Trubus Soedarsono



Perkelahian dengan Singa (1870) oleh Raden Saleh Syarif Bustaman


Bergotong Royong, Bersama Bercipta Karya




Dalam segmen ini, pameran menghantarkan pengunjung akan makna gotong royong yang menjadi budaya negara Indonesia. Serangkaian koleksi lukisan menampilkan bagaimana keseharian para nelayan dan petani yang saling bekerjasama kesehariannya.



Kehidupan Keraton Jawa pada Zaman Borobudur (1930) oleh Walter Spies



Wage Rudolf Supratman (1951) oleh Karyono Js. 


Baca juga, Selebrasi Satu Abad Karya Hendra Gunawan


Menjadi Warga Dunia Menyongsong Masa Depan


Setelah masa perjuangan kini bangsa Indonesia mulai terjun dalam globalisasi. Maka dari itu, di masa ini para seniman mulai mengeksplorasi karyanya tanpa membatasi akan sesuatu yang identik dengan langgam lokal. Seni rupa turut menjadi cara guna membangun diplomasi antara negara Indonesia dan negara lain.



Penari Bali (1964) oleh Shinsui Ito



Bima dan Ular (1955) oleh Basoeki Abdullah


Untuk informasi lengkap mengenai kunjungan ke pameran ini, kunjungi situs resmi Galeri Nasional.


Nantikan inspirasi desain dan travelling lainnya di instagram dan website CASA Indonesia.


Dok. oleh Galeri Nasional, Manual Jakarta