Tak ingin menjadi suasana selalu terlihat kelabu, seorang arsitek merancang lampu yang terinpirasi dari kondisi pandemi. Dilansir dari Design Milk, Oliver Vitry, seorang desainer interior, arsitek, dan associate director di Claisee Architectures merancang sebuah lampu bernama Rainbow Lighting. Lampu ini terinspirasi oleh jendela kaca patri di sebuah gereja yang ia dikunjunginya saat pandemi.







Biasan pelangi atau pantulan kaca patri di lantai dan dinding gereja itu membuatnya teringat akan kondisi saat ini. Secara ilmiah, pelangi muncul ketika cahaya matahari mengenai dan dipantulkan oleh butiran air serta dapat dirasakan secara berbeda; tergantung bagaimana kita melihatnya. Sama halnya dengan lockdown atau PPKM akibat penyebaran Covid-19; interpretasi dan perspektif orang bisa berbeda dengan lainnya yaitu hal baik atau buruk. 




Lampu ini terdiri dari dua tabung kaca yang disatukan yaitu transparan dan berlapis sandblasted sticker. Setiap tabung memiliki sembilan celah yang dipotong di mana satu atau lebih filter warna dan ukuran yang berbeda dapat dimasukkan untuk menciptakan efek kaca patri.


Baca juga, Vitra Membuat Furniture Dengan Konsep Pandemi






Filter berwarna dibuat dari limbah kaca berwarna yang digunakan oleh seniman kaca patri dan ahli mosaik. Bagian bawah tabung terdiri dari tabung baja putih dan berisi bola lampu yang memancarkan cahaya lembut ke atas. Dengan memilih dan memasang filter yang berbeda, lampu ini nampak seperti karya seni dan bisa menumbuhkan kreativitas yang bermacam-macam bagi setiap orang.



Sumber foto: Design Milk