Hotel adalah salah satu tempat yang sering dijadikan sebuah ikon pada sebuah kota. Tak terkecuali Jakarta, hotel merupakan tempat vital tidak hanya bagi wisatawan namun juga kalangan profesional yang memiliki mobilitas tinggi. Saat ini hotel tidak hanya berfungsi sebagai tempat menginap karena fungsi hotel telah berkembang menjadi beraneka ragam seperti pertemuan, pernikahan, konferensi, sampai ekshibisi.

Bertandang ke Raffles Hotel Jakarta, pengunjung akan merasakan lebih dari sekadar kemewahan hotel bintang lima. Ada sentuhan seni yang begitu kental di dalam hotel yang berdiri di kawasan Ciputra World 1, sebuah area bisnis premium di Jakarta Pusat. Butuh waktu hampir sewindu bagi Hirsch Bedner Associates untuk mematangkan konsep desain berpadu dengan nilai seni yang digagas oleh Ir. Ciputra. Pengusaha yang terkenal akan sentuhan emas di setiap ide bisnisnya tersebut memang ingin memberikan totalitas seni yang berbeda untuk Raffles Hotel Jakarta.





Paparan seni begitu terasa sejak memasuki area lobby hotel. Fasad bangunan tampak gagah berdiri dengan simetri garis tegak lurus berafiliasi dengan siluet lengkung di atas pintu lobby. Inspirasi dari metamorfosa air yang merupakan simbol alur kehidupan sekaligus keberuntungan tersebut memberi salam kedatangan bagi setiap tamu yang berkunjung. Sosok doorman yang mengenakan busana bergaya prajurit keraton di kerajaan Jawa karya desainer Oscar Lawalatta sangat ikonik menyambut kehadiran tamu dengan senyum hangat.

Memasuki bagian dalam hotel yang memiliki fasilitas 173 kamar ini pengunjung langsung disajikan mosaik lukisan Hendra Gunawan berjudul Menyusui 2. Itulah yang menjadi ciri khas Raffles Hotel Jakarta yang menyimpan sejuta jejak seni Hendra Gunawan yang sangat digemari Ir. Ciputra. Setiap detail bangunan dan interior dalam Raffles Hotel Jakarta memiliki benang merah dan ikatan jiwa yang sangat kuat dengan seniman kawakan tersebut. Bukan tanpa sebab Ir. Ciputra bersama sang arsitek merebahkan karya-karya Hendra Gunawan di Raffles Hotel Jakarta. Hendra Gunawan adalah salah satu maestro Indonesia yang melalui begitu banyak fase kehidupan dalam dirinya. Pertemuannya dengan Affandi merupakan titik tolak perjalanan seni Hendra Gunawan di mana ia memantapkan diri untuk menggeluti seni lukis dan patung.

Melalui media seni, Hendra Gunawan turut menyuarakan aspiras-aspirasinya sebagai bentuk perjuangan terhadap pemerintahan hingga ia dijebloskan dalam penjara selama 13 tahun. Dinginnya hotel prodeo justru membuat guratan lukis seniman kelahiran Bandung tersebut semakin liar. Ia banyak terinspirasi ikan, elemen air, dan wanita dalam setiap karyanya. Goresan cat Hendra Gunawan tersebut kemudian dituangkan dalam beragam ornamen interior di dalam Raffles Hotel Jakarta. Palet tabrak warna khas Hendra Gunawan merebah dalam chandelier, lampu dinding, furnitur, ceiling treatment, hingga karpet.


Kamar-kamar di Raffles Hotel Jakarta memiliki beragam pilihan yang memberikan pengalaman menginap khas hotel bintang lima plus. Sebanyak 129 kamar terbagi menjadi beberapa tipe yaitu Raffles Garden View Room, Raffles Room, dan Signature Room. Dengan luas 60 meter per segi, ketiga tipe kamar tersebut menawarkan kenyamanan tersendiri dengan balutan interior yang menggunakan material premium. Sembari menginap, tamu pun masih dijamu oleh inspirasi-inspirasi lukisan Hendra Gunawan seperti marble embossed yang terdapat di kamar mandi. Siluet lukisan bercorak kepiting yang terukir akan timbul secara dramatis saat terkena uap air hangat dari bathub yang ada di bawahnya.

Jejak perjalanan seni Hendra Gunawan masih berlanjut saat tamu menyambangi ke empat tipe suite room di Raffles Hotel Jakarta. 44 suite room terbagi menjadi Artist Suite, Gallery Suite, Garden View Suite, dan Raffles Suite dengan perluasan ruang maksimal untuk mengakomodasi tamu lebih banyak serta beberapa partisi untuk menjaga privasi tetap terjaga. Semua tipe kamar di Raffles Hotel Jakarta ini disertai dengan ragam fasilitas yang siap memanjakan setiap tamu dalam servis premium.




Raffles Hotel Jakarta memiliki serangkaian restoran dan kafe sebagai tempat perjamuan atau tamu yang ingin bersantai sambil berbincang bersama kolega. The Writers Bar boleh dikatakan sebagai salah satu ikon dari Raffles Hotel Jakarta. Mengusung tema kolonial bergaya Inggris, memasuki bar ini pengunjung akan diterpa nuansa masa lalu namun dalam kemasan kontemporer. Wall treatment di dalamnya terdiri dari potongan lukisan wayang karya Hendra Gunawan yang ditutupi jendela-jendela besi dan terbuka secara acak. Efek daun jendela yang terbuka acak itu memberi keunikan dan memancing rasa penasaran pengunjung untuk membayangkan lukisan di baliknya secara utuh.

Memasuki area Arts Cafe , pengunjung dapat merasakan suasana pasar tradisional yang tergambar dari interior ruangannya. Chandelier berbentuk bulat besar dan kecil mengadopsi buah-buahan yang dijajakan di pasar. Sementara, di dua sisi area dining, terdapat wall treatment dari kayu yang dibentuk menyerupai siluet wajah wanita yang saling berhadapan. Tak dapat dipungkiri bila Raffles Hotel Jakarta tidak sekadar menjual kemewahan, melainkan juga napak tilas pergulatan seni seorang maestro Indonesia, mendiang Hendra Gunawan.


Begitu juga dengan fasilitas lain di Raffles Hotel Jakarta seperti Dian Ballroom seluas 2.500 meter per segi yang berkapasitas 3000 orang. Setiap ruang, dimensi, dan detail Raffles Hotel Jakarta dimaknai layaknya gubahan seni bagi setiap tamu yang menginap. Buaian palet warna atraktif dan penggunaan material premium di kelasnya adalah puncak kenyamanan di atas batas kemewahan. Inspiring delight.


Foto: dok. CASA Indonesia