Bika Living, retailer furniture yang konsisten menyuguhkan beragam merek dengan torehan desainer ternama kembali mendatangkan satu merek papan atas di ranah lighting. Lasvit, merek lighting asal Cekoslovakia didirkan tahun 2007 oleh Leon Jakimic amat dikenal berkat teknik Bohemian glass yang avant-garde. Sejak didirikan, Lasvit senantiasa berimprovisasi dalam desain dengan menggaet nama-nama desainer kenamaan seperti Nendo, Campana Brothers, Ross Lovegrove, Daniel Libeskind, Maarten Bass, dan André Fu.Salah satu karya Lasvit yang fenomenal adalah Neurons Dynamic Lighting Sculpture untuk Prince Mahidol Hall di Thailand. Susunan chandelier buatan tangan disusun menyerupai otak manusia, di mana pendar lampu akan menyala sesuai denting lagu yang berbunyi dari dalam hall.


Nama Lasvit di Indonesia sendiri sebetulnya sudah menghiasi beberapa hotel, restoran, hingga vila privat. Menyajikan teknik pencahayaan yang tidak sekadar sebagai penerang ruang merupakan salah satu nafas yang menjiwai Lasvit. Melalui teknik Bohemian glass yang membutuhkan kemantapan craftsmanship, Lasvit menjadikan setiap produknya layaknya karya seni di mana cahaya berpendar eksotis melalui beningnya kaca yang dibentuk sedemikian rupa. Melalui kolaborasi dengan beberapa desainer kelas dunia, Lasvit mampu menampilkan torehan desain yang berbeda dan sangat berkarakter di antara para desainer tersebut. Bertempat di showroom Bika Living di Plaza Indonesia, Lasvit menghadirkan serangkaian instalasi dengan menampilkan beberapa koleksi lighting karya para desainer.






Di antara beberapa koleksi Lasvit yang ditampilkan pada ekshibisinya kali ini di showroom Bika Living adalah TAC/TILE karya André Fu, Crystal Rock karya Arik Levy, Neverending Glory karya dua desainer Cekoslovakia; Jan Plechá? dan Henry Wielgus, Bonbon karya Mária ?ulenová Hostinová, dan Plisse Cloud karya Maurizio Galante.


Foto: dok. CASA Indonesia