BIKA Living kembali menyuguhkan seminar seputar desain dalam tajuk Bika Lecture Series no. 2. Setelah tahun lalu sukses memboyong desainer Chi Wing Lo, kali ini Bika mendatangkan desainer André Fu. Bertepatan dengan kolaborasinya bersama Lasvit, Bika Lecture Series no. 2 mengetengahkan tema Laterna Magica Lasvit yang sekaligus sebagai selebrasi satu dekade perjalanan Lasvit sebagai merek lighting asal Cekoslovakia. Laterna Magica Lasvit sendiri merupakan koleksi yang dihasilkan atas kerjasama Lasvit dengan sederet nama desainer maupun arsitek ternama seperti Zaha Hadid Design, Kengo Kuma, Yabu Pushelberg, Ed Ng dan Terence Ngan, dan tentunya André Fu.

Bertempat di Function Hall, Plaza Indonesia, André Fu menyampaikan presentasinya secara lugas dan sangat inspiratif. Bertindak sebagai moderator ialah Miranti M. Lemy sebagai Editor-in-Chief CASA Indonesia dan sambutan oleh Karina L. Cheung selaku Director PT Bika Graha Mandiri. André Fu membuka sesi presentasinya dengan mengajak peserta untuk memahami makna desain itu sendiri. "Apakah desain untuk kemewahan dan keindahan semata? Atau Anda ingin menekankan fungsi dalam desain yang Anda buat", papar André Fu. Lebih lanjut André Fu menceritakan secara lebih detail beberapa proyek yang sedang ia tangani seperti restoran Kioku di hotel Four Seasons, Seoul serta Kerry Hotel di Hong Kong yang saat ini sedang berjalan. 

Desainer yang sukses memboyong gelar Designer of The Year tahun 2016 pada ajang Maison & Objet Asia tersebut kembali melanjutkan presentasinya dengan memaparkan perjalanan studio desain AFSO yang ia dirikan tahun 2000 di London. Kiprah dan kreativitas André Fu juga ia tuangkan saat membangun André Fu Living yang menghasilkan ragam produk artisan serta perabot interior yang hadir dengan sentuhan ciri khas André Fu. 




Ide cemerlang yang senantiasa terlontar dari André Fu kemudian memikat Lasvit untuk mengajaknya berkolaborasi dalam rangkaian koleksi Magica Laterna. Dari pemahamannya mengenai material kaca, André Fu ingin menggagas satu karya yang tidak hanya berfungsi sebagai lighting, namun bagaimana cahaya dapat berinteraksi secara indah saat berpendar melalui kaca. Inspirasi saat menciptakan koleksi berjudul TAC/TILE untuk Lasvit tersebut ia dapat dari beberapa hal seperti membentuk lelehan kaca menjadi bentuk L yang tegas bersiku yang juga terinspirasi bentuk gedung Flatiron di kota New York.

Sesi presentasi yang berlangsung selama dua jam tersebut mendapat antusiasme luar biasa dari ratusan peserta yang terdiri dari kalangan mahasiswa dan profesional. Hal tersebut terbukti pada saat sesi tanya jawab yang datang silih berganti untuk André Fu maupun Vadim Horna selaku Global Sales Director untuk Lasvit yang turut memberikan presentasi singkat mengenai Lasvit. Inspiring!





Foto: dok. CASA Indonesia