Dari tahun ke tahun, harga tanah serta properti terus meningkat. Bagi yang memilih untuk tinggal di perkotaan, kerap kali harus merasa puas dengan lahan terbatas ataupun sempit. Demi menyesuaikan budget yang dimiliki sembari mempertimbangkan keperluan perancangan ataupun renovasi untuk hunian.

Inilah yang memelopori kalimat, semakin sempit lahan, maka akan semakin tinggi pula bangunan yang akan dibangun. Bisa dibilang, ini pula yang menginspirasi terciptanya komplek apartemen hingga bangunan high rise yang kian semarak di perkotaan.

Pertimbangan terhadap lingkungan sekitar serta perbandingan volume rumah terhadap luas lahan menciptakan beragam ide dalam mendesain rumah dua lantai sebagai hunian. Ini pula yang menghantarkan perancangan rumah dengan 2 lantai kerap menjadi solusi bagi yang tinggal di lahan sempit.




Baca juga, Buat Fasad Rumah Gaya Modern? Ini Pendapat dari Ahlinya


Seperti apa sajakah contoh rumah 2 lantai yang dapat diterapkan terhadap rumah impian Anda nantinya? Simak ulasan di bawah ini.


Tetap memiliki tanaman hijau

Lahan yang sempit bukan berarti Anda perlu mengorbankan keinginan untuk memiliki pohon ataupun unsur hijau di rumah. Contohnya saja dengan menyisihkan 80-100 sentimeter di samping area parkir mobil di depan rumah untuk taman. Dengan demikian, rumah yang hanya memiliki lebar seluas 4 meter pun tetap bisa menampilkan tampak yang segar berkat unsur hijau dari taman tersebut.




Baca juga, 8 Ide Membuat Taman Kecil di Sudut Rumah Minimalis


Adaptasi bentuk unik

Cara membuat rumah 2 lantai terlihat lebih jenjang atau tinggi adalah dengan mengombinasikan bentuk meruncing ke atas pada bangunan rumah. Dengan demikian, ukuran lahan yang compact tetap menonjolkan kesan luas. Selain itu, bagian meruncing tadi dapat disulap menjadi ruang ekstra bagi interior rumah nantinya.





Ferdy Apriady / Ayya Architects


Atap bentuk segitiga

Dengan massa bangunan yang tinggi secara vertikal, luasan ruang yang minim dapat dimanfaatkan menjadi ruang luas dengan tinggi ruang yang lebih tinggi dari standar tinggi rumah biasanya. Contohnya saja membangun rumah berfasad unik dengan ujung atap bentuk segitiga dengan tinggi mencapai 5,25 meter.




Optimalisasi lantai 2

Tiap meter bahkan sentimeter lahan terasa sangat berharga saat memiliki luas tanah yang sempit. Anda bisa mengoptimalisasi perancangan lantai dua dengan membangunnya menjorok ke depan dibandingkan lantai satu. Selain menaungi area parkir yang ada di depan rumah, ini bisa menjadi area semi outdoor. Ruang bisa digunakan pemilik rumah untuk bersantai atau menambahkan tanaman hijau yang menyegarkan suasana di rumah.


Fernando Gomulya / Delution Architects


Baca juga, Linaya, Hunian Compact Baru Dari Delution


Dibanjiri cahaya alami

Bagi yang menginginkan hunian yang kaya akan cahaya alami, Anda dapat merancang tampak depan didominasi dengan jendela dari kaca. Namun, demi menghindari paparan sinar yang berlebihan, jendela ini perlu di kelilingi dengan massa bangunan seperti kotak yang berperan menjadi frame bagi jendela. Kotak ini dibuat menjorok ke depan sehingga membantu menyaring cahaya yang masuk ke rumah.





Foto teaser: Andrinata / Monostudio Architect