Walaupun di tengah masa pandemi dengan kondisi perekonomian yang kurang stabil, minat terhadap lahan properti dinilai masih tinggi di tahun 2021 ini. Ditambah dengan adanya Peraturan Menteri Keuangan Nomor 21 tahun 2021 yang mengeluarkan aturan diskon pajak pertambahan nilai properti, hal ini kian memberikan kemudahan bagi generasi milenial yang ingin membeli rumah maupun apartemen.


Pada umumnya, rumah tapak lebih banyak diminati namun peminat apartemen pun juga tinggi, yang tercatat melalui lonjakan 15 % dalam pencarian apartemen di situs properti Lamudi. Apartemen dinilai ideal bagi Anda yang tinggal di ibukota, apalagi di masa pandemi seperti saat ini. Dikarenakan, komplek apartemen cenderung telah dilengkapi dengan fasilitas seperti supermarket dan klinik, sehingga penghuni tak perlu pergi keluar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ini berkesinambungan dengan kondisi working from home yang masih terus berlanjut hingga saat ini.







Bagi generasi milenial yang baru saja membeli satu unit usai memanfaatkan diskon pajak, CASA Indonesia ingin berbagi ide denah apartemen yang bisa Anda tiru. Salah satu ukuran apartemen yang diminati oleh angkatan produktif adalah tipe studio yang memiliki luas kisaran 20 – 40 meter persegi. Sekilas ukuran ini terasa kecil, namun dengan layout yang tepat, Anda bisa memiliki apartemen yang lapang serta cukup bagi yang masih single maupun sedang merintis keluarga baru.


Seperti apa sajakah desainnya?


Kecil tapi punya segalanya

Para single ladies ataupun gentleman bisa menerapkan denah apartemen yang diciptakan oleh Todos Arquitetura ini. Unit apartemen ini memiliki luas 19 m2 dengan entrance yang langsung disambut dengan area kamar mandi serta pantry


Dengan bentuk ruangan yang memanjang, sisi kiri menghadirkan pantry tipe 1 wall dengan lebar permukaan meja dapur sekitar 60 cm. Karena area yang terbatas, pantry bisa dilengkapi dengan kompor induksi tipe single serta sink single bowl sehingga tetap menyisakan ruang untuk persiapan makanan. 


Dalam desain apartemen ini, arsitek memilih untuk menerapkan bench yang menempel ke kabinet dapur sebagai pengganti kursi meja makan. Bench ini dilapisi dengan bantal sebagai dudukan dan di bawahnya dimanfaatkan menjadi lemari. 




Pada sisi kanan entrance, kamar mandi terdiri dari area shower dan toilet dengan pintu kaca guna mengurangi kesan sumpek dan tertutup di ruang koridor yang kecil ini. Untuk menjaga privasi, Anda dapat menerapkan switchable smart glass sehingga dapat berubah menjadi permukaan kaca opaque saat membersihkan diri.




Lalu bagaimana untuk area tidur? Sofa bed dinilai cukup untuk dijadikan tempat tidur bagi penghuni dengan ukurannya yang sekitar 210 x 140 cm. Dengan demikian, Anda jadi menyisakan ujung ruangan atau yang menghadap jendela apartemen sebagai ruang kerja. Dengan demikian, bisa melakukan working from home sembari menjaga produktivitas dan kesehatan karena dekat dengan akses cahaya alami.



Sumber Foto: Alexander Suplicy


Baca juga, Ini Desain 15 Tipe Apartemen yang Cocok untuk Anda!


Isi dengan yang dibutuhkan saja

Less is more adalah tagline patut dicamkan dalam memikirkan denah apartemen tipe studio. Contohnya saja unit apartemen yang dirancang oleh SHKAF interior architects dengan luas ruangan 33 m2. Dengan ruangan berbentuk persegi, arsitek hanya menempatkan furnitur esensial di apartemen ini.




Dari denah, Anda dapat melihat desainer meletakan deretan kabinet built-in setinggi ruangan di sepanjang sisi kiri pintu masuk. Dengan kabinet tertutup berwarna putih, membuat rumah terlihat bersih dan rapi tanpa memberikan kesan sempit. 



Di seberang lemari, disematkan area pantry serta kamar mandi. Layout atau denah seperti ini memang lazim di terapkan di apartemen, yaitu dapur dan kamar mandi di dekat pintu masuk. Tak hanya akibat pengaruh sambungan pipa ataupun layout existing, ini dikarenakan kedua area dinilai privat sehingga kurang tepat jika diletakkan dekat jendela gedung.




Usai memusatkan lemari penyimpanan dan ruang utilitas di entrance, membuat Anda memiliki ruang tidur, ruang makan, serta ruang TV yang lapang. Jika tinggal sendiri, Anda cukup memilih meja makan berkapasitas 4, jikalau diperlukan untuk menjamu teman atau keluarga terdekat. Namun, untuk diawal mengisi rumah, meja ini cukup ditemani dengan dua kursi dahulu. 



Sumber Foto: Polina Poludkina


Baca juga, 16 Inspirasi Desain Apartemen Studio untuk Tipe 21


Smart Design

Berhasil save dibiaya membeli rumah, Anda bisa mengalihkan tabungan untuk invest dalam budget desain interior lewat praktisi agar menciptakan denah apartemen yang smart. Contohnya saja karya Absence from Island yang mendesain khusus interior apartemennya dengan furnitur built-in. 




Di sisi kanan dari pintu masuk, Anda menemukan deretan lemari dengan layout L. Lemari ini dirancang sebagai furnitur menyimpan barang sekaligus menyimpan meja makan yang bisa dilipat dan dimasukkan ke lemari usai digunakan. Dengan demikian, menciptakan space lebih luas saat ingin bersantai menonton TV di sofa bench di bagian samping area makan. 




Menggunakan pintu lemari terbuat dari anyaman serta menggunakan elemen kayu berwarna beige, membuat sistem kabinet yang terasa kompleks menjadi lebih indah secara estetika. Selain itu, warna yang lembut mengurangi kesan sempit pada ruangan yang dipenuhi dengan kabinet.




Seolah tidak ingin menyia-nyiakan ruang yang ada, bagian atas pintu masuk pun juga dijadikan lemari yang bersambung dengan ruang makan. Lalu, untuk dapurnya sendiri, turut dilengkapi dengan mesin cuci yang kerap dilakukan di apartemen, yaitu menggabungkan area memasak dengan laundry guna menghemat ruang.


Sumber Foto: Chi, Ireen Sit




Foto teaser: Alexander Suplicy