Bagi Anda para pengguna transportasi publik dan pejalan kaki apa sudah lihat hasil dari wajah baru Kawasan Dukuh Atas? Kali ini Casa Indonesia ingin bahas bagaimana asal mula dan analisa desainnya. Yuk simak!

Permasalahan awal dari kawasan ini yaitu dari kepadatan pergerakkan orang khususnya para pejalan kaki, pengguna transportasi umum, dan pribadi. Disamping itu, kawasan ini dipenuhi dengan jasa yang terbilang negatif.

Dalam pengembangannya kawasan ini melibatkan PDW Architects, konsultan arsitektur asal Indonesia.





Wajah Baru Stasiun Dukuh Atas! Bikin Nyaman Para Pedestrian

Stasiun Dukuh Atas / mrtjkt


Tiga point utama dalam pengembangan kawasan ini yaitu public transport, pedestrian, dan public space.


Wajah Baru Stasiun Dukuh Atas! Bikin Nyaman Para Pedestrian

Stasiun Dukuh Atas / mrtjkt


Yang pertama yaitu public transport, Kawasan Dukuh Atas menjadi simpul transport lebih dari satu jenis yaitu MRT, LRT, koneksi ke bandara, dan lainnya.


Baca juga : Halte CSW Tertinggi di Indonesia? Ini Alasan Desainnya




Maka dari itu, Kawasan Dukuh Atas yang baru menerapkan konsep TOD karena memiliki hieraki jalur utama. Bisa dilihat dari kedekatannya dengan pusat kegiatan kota Jakarta.

Yang kedua yaitu pedestrian dibuat nyaman dan memadai karena pejalan kaki adalah pengguna utama pada kawasan ini.



Yang ketiga yaitu ruang publik. Berbeda dari perencanaan awal yang memberikan ruang yang massif atau tertutup. Kawasan ini memiliki ruang publik yang terbuka sehingga pengguna bisa melihat secara luas keadaan kota sekitar.

Tentunya ruang publik ini menghubungkan ke berbagai moda transportasi yang dijelaskan diawal. Salah satunya yaitu dihadirkan taman dukuh atas yang kita lihat sudah beroperasi.


Wajah Baru Stasiun Dukuh Atas! Bikin Nyaman Para Pedestrian

Taman Dukuh Atas / enjoy Jakarta


Kawasan Dukuh Atas masih dalam proses pengembangan namun kini sudah terlihat dampak positifnya yaitu tempat-tempat yang dipandang negative oleh masyarakat tersebut sudah berubah fungsi menjadi fasilitas-fasilitas yang memang menunjang dari kegiatan masyarakat.

Nah, bagaimana pembenahan fasilitas umum sudah semakin baik dan nyaman untuk kita pengguna non kendaraan pribadi, ya?


Teks oleh : Laura A. Hutabarat
Foto Teaser : Jakarta MRT